Mewaspadai Suhu Dingin di Yogyakarta

Juli 31, 2008

Sumber: krSejak beberapa hari terakhir ini, masyarakat Yogyakarta merasakan udara dingin. Terutama pada malam hari, rasa dingin itu semakin menyengat tulang. Karena suasana dingin itu, tak banyak aktivitas masyarakat dilakukan di luar rumah. Kalaupun terpaksa harus keluar rumah, mereka tidak berani meninggalkan pakaian hangat. Suasana seperti inilah yang oleh masyarakat dikatakan sebagai musim bedhidhing. Biasanya, musim dingin ini terjadi ketika kemarau berlangsung begitu panjang.

Berbeda dengan masyarakat Eropa, yang mengenal empat musim. Mereka sudah mempersiapkan diri ketika tiba saatnya musim dingin. Mereka lebih memilih tinggal di rumah dan menghangatkan diri. Akan tetapi semua kebutuhan rumah tangga sudah dipenuhi jauh-jauh hari sebelumnya. Bagi masyarakat kita, suhu udara dingin adalah sebuah ikutan saja. Yakni dampak dari panjangnya musim kemarau. Menurut perkiraan bahkan pada bulan Agustus 2008 udara terasa kian dingin seiring dengan memuncaknya musim kemarau.

Sebagaimana diinformasikan oleh Kasubsi Meteo Lanud Adisutjipto, Kapten (Sus) Subakir, pada musim kemarau panjang biasa terjadi udara dingin. Sebab, udara dingin itu terjadi karena jarangnya terjadi pembentukan awan. Padahal, awan ini yang memantulkan panas ke bumi. Ketika tak banyak terjadi pembentukan awan, maka udara pun berubah menjadi dingin. Oleh sebab itulah, pada saat musim hujan yang disebabkan oleh banyaknya pembentukan awan, suhu justru terasa panas.
Karena awan jarang terjadi, maka pancaran panas di permukaan bumi langsung ke angkasa, tidak lagi dipantulkan oleh awan. Justru pada puncak kemarau suhu udara semakin dingin. Atas kenyataan ini, kita harus mewaspadai dampak ikutannya. Terutama yang menyangkut masalah kesehatan. Berbagai upaya untuk menghindari penyakit yang datang pada saat suhu udara dingin juga perlu terus diingatkan. Sebagaimana dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr Choirul Anwar MKes, ada tiga jenis penyakit yang biasa terjadi pada musim kemarau seperti ini.Tiga jenis penyakit itu, antara lain penyakit gangguan saluran pernapasan, penyakit diare yang pada umumnya menyerang anak di bawah 6 bulan, dan penyakit beleken.
Pada saat musim kemarau, kita juga harus mewaspadai debu-debu kering yang beterbangan. Kita memang tidak boleh lengah. Dalam perubahan cuaca, perubahan iklim, dan perubahan suhu udara, pasti akan membawa dampak ikutan. Oleh sebab itu, faktor kesehatan hendaknya menjadi perhatian. Bila institusi keluarga sudah siap untuk itu, kiranya musim dingin bisa dihadapi dengan tenang. (mep) 

  
Kirim ke teman

One Response to “Mewaspadai Suhu Dingin di Yogyakarta”

  1. oloan Says:

    Iya harus jaga kesehatan?? obat mahal😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: