Sekolah ke Jepang (2)

September 4, 2008

Pada begian kedua ini penulis akan menyampaikan dua subjudul yang merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya. Dua subjudul di bawah ini berkaitan dengan kiat-kiat hidup selama studi di Jepang dan mencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Kiat-kiat hidup

Biaya hidup, mungkin bagian yang paling menjadi pertanyaan bagi calon mahasiswa Indonesia di Jepang. Untuk lulusan SMA yang ingin mengambil program S1 di Jepang, beasiswa dari Indonesia tak begitu banyak seperti dari Monbusho maupun perusahaan Jepang walau sangat terbatas. Untuk program S2 dan S3, kondisinya sama saja, hanya ada kemungkinan mendapatkan sponsor yang diusahakan oleh Professor pembimbing. Namun bila Anda beruntung memiliki cukup uang sebagai modal awal serta “keberanian”, rasanya peluang untuk merasakan pendidikan tinggi di Jepang bukan hal mustahil. Penulis menyaksikan, ribuan mahasiswa Cina hanya dengan modal itu, setiap tahun membanjiri universitas-universitas di Jepang.

Modal awal ini diperlukan untuk biaya hidup di tahun awal. Selanjutnya, kita dapat berkompetisi mendapatkan beasiswa dari perusahaan Jepang yang sangat banyak namun hanya dapat didaftar ketika sudah di Jepang. Beasiswa itu bermacam-macam, ada yang spesifik untuk bidang tertentu misalnya untuk mahasiswa jurusan Kimia karena dari perusahaan penghasil alat laboratorium kimia ataupun untuk mahasiswa asing dari negara tertentu karena perusahaan itu memiliki cabang di negara tersebut.

Menurut pengamatan penulis ketika menjadi Ketua Bidang Ilmiah-Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, dari segi prestasi, mahasiswa Indonesia tidak kalah dari mahasiswa asing lainnya, selain itu karena jumlahnya relatif masih sedikit, peluang mendapatkan beasiswa semacam ini cukup besar. Bila biaya hidup besarnya diperkirakan kurang lebih 80 ribu yen per-bulan, maka minimal modal yang dipersiapkan cukup untuk 1-2 tahun plus biaya sekolah. Masih terasa besar bagi kebanyakan rakyat Indonesia, tapi bila dihitung dari hasil yang kelak diperoleh selepas studi, misal kesempatan kerja di Jepang (lulusan S1, minimal mengantongi gaji 150 ribu yen/bulan masih ditambah bonus), jumlah ini bukan menakutkan bila dibarengi oleh “keberanian” dan tentu saja usaha keras.

Tidak seperti di Jerman misalnya, biaya sekolah di Jepang bukan gratis. Ada SPP per-semester, selain juga “uang masuk” untuk program S1 maupun S2 yang digabung dengan S3 (artinya kalau melanjutkan ke S3 dari S2 di Universitas yang sama, tidak perlu membayar lagi). Akan tetapi, bagi mahasiswa berprestasi dengan kondisi keuangan tak mencukupi, bagi universitas negeri, terbuka peluang besar mendapatkan keringanan SPP sebesar 50% atau 100%. Bagi universitas swasta, ada juga keringanan tapi tak sebesar itu.

Untuk menutupi biaya hidup ini, Pemerintah Jepang juga memperbolehkan mahasiswa asing bekerja sambilan dalam waktu yang ditentukan. Pekerjaan-pekerjaan yang sering digolongkan “kasar” oleh orang Jepang seperti mencuci piring di restoran, mengangkat barang dalam kegiatan pameran, mengatur arus lalu lintas dalam pekerjaan jalan, dan sebagainya, bisa diperoleh tanpa keterampilan khusus serta kemampuan bahasa. Pekerjaan seperti ini hampir tersedia di seluruh wilayah Jepang. Sementara itu, bila ada kemampuan khusus seperti pemrograman komputer, kemahiran bahasa Jepang untuk menjadi penerjemah, gaji pun akan meningkat tajam walaupun kadang lowongan kerja seperti ini hanya tersedia di kota-kota besar. Akan tetapi intinya, kalau kita bersedia kerja keras dan bersimbah berkeringat, masalah dana bukan hal besar yang bisa menghambat tekad belajar itu.

Selain masalah dana, adaptasi terhadap kehidupan Jepang tak jarang menjadi kendala kelancaran studi. Masyarakat Jepang secara umum sangat respek terhadap mahasiswa asing baik dalam kebudayaan maupun kepercayaan yang dibawanya. Dengan menjelaskan bahwa sebagai Muslim, kita tidak meminum alkohol atau memakan makanan haram, penulis sering menemukan Professor maupun Universitas bersedia menyediakan menu sendiri dalam pertemuan umum yang lazim menghidangkan makanan seperti itu. Bahkan tak jarang, kita diingatkan akan kepercayaan kita sendiri seperti mematuhi larangan agama, ibadah dan sebagainya.

Akan tetapi, kita dituntut pula untuk mengikuti tata tertib masyarakat Jepang. Seperti pepatah Indonesia, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, masyarakat Jepang memiliki peribahasa yang serupa. Tata tertib seperti tepat waktu, menjaga kebersihan, kedisiplinan serta kejujuran itu justru akan membawa kebaikan kepada mahasiswa Indonesia sendiri nantinya.

Tak kalah penting, adalah menjaga silaturahim dengan sesama orang Indonesia. Sudah menjadi sunatan takdir, orang asing di perantauan menjadi kesepian dan ingin teman sebangsa untuk membagi keluh-kesah, pahit-getir pengalaman keseharian. Keberadaan pertemuan komunitas orang Indonesia di Jepang sudah sangat banyak, juga pertemuan internet melalui mailing list. Hal itu bila dimanfaatkan akan dapat menghilangkan stress dan proses adaptasi.

Mencari kerja

Setelah sukses menyelesaikan studi, tahapan mencari kerja menjadi penting bagi seorang mahasiswa. Seperti disinggung di bagian pertama, peluang kerja di Indonesia, sangat terbuka. Kemampuan bahasa, pengalaman hidup berinteraksi dengan masyarakat Jepang serta bekal akademis dan ketrampilan pada bidangnya, akan menjadi bekal besar yang bermanfaat. Sementara itu, mencari pekerjaan di Jepang sendiri bukanlah hal yang terlalu sulit. Faktor ikatan yang kuat antara Professor pembimbing dan mahasiswanya, sangat membantu dalam usaha mencari kerja.

Sudah menjadi kebiasaan, rekomendasi Professor sangat berpengaruh dalam mencari kerja di perusahaan. Biasanya, setahun sebelum lulus, mahasiswa di Universitas Jepang sudah mulai mencari kerja. Aktivitas ini didukung penuh oleh Universitas yang ikut mencarikan lowongan serta Professor pembimbing dengan memberikan rekomendasi dan lain-lain. Sehingga begitu selesai di bulan Maret, April bulan berikutnya rata-rata mahasiswa sudah memiliki tempat bekerja. Mungkin agak unik kondisi di perusahaan Jepang, bila Anda berniat bekerja di perusahaan swasta, pendidikan S1 maupun S2 sudah cukup, tak perlu sampai S3.

Bila Anda mahasiswa S3, maka pekerjaan-pekerjaan yang bersifat spesifik sesuai dengan keahlian, menanti Anda baik di lembaga penelitian swasta, pemerintah, universitas dan sebagainya. Walaupun lowongan untuk perusahaan swasta relatif kecil dibanding jenjang akademik yang lebih rendah, tapi di universitas atau lembaga penelitian pemerintah, peluang cukup besar. Biasanya pekerjaan sebagai peneliti ini bersifat kontrak namun dapat diperpanjang atau menjadi pijakan untuk meraih posisi staf permanen. Mengantisipasi kurangnya lowongan di swasta untuk lulusan S3, Pemerintah Jepang sempat mengeluarkan proyek 10 ribu postdoc, atau tenaga peneliti kontrak di lembaga pemerintah. Kebanyakan untuk orang asing, lowongan ini diisi oleh orang Cina atau Korea Selatan, sehingga peluang orang Indonesia sebenarnya tidak kecil, tergantung kemampuan juga.

Pada akhirnya, apa yang diutarakan pada dua tulisan ini adalah beberapa informasi yang mudah-mudahan dapat menghilangkan “keangkeran” Jepang sebagai negara pilihan pendidikan luar negeri. Hal-hal yang bersifat administratif seperti mendapatkan visa dan sebagainya dapat diperoleh dari Kedutaan Besar Jepang. Tak disangkal, akan banyak tantangan dan halangan ketika kita dihadapkan langsung dengan permasalahan keseharian. Dengan optimisme, usaha keras dan doa kepada Yang Maha Kuasa, kesuksesan akan menanti Anda. Semoga bermanfaat (By:Arief B)

Pengaruh Islam Pada Europa

September 3, 2008

Pengaruh Islam Pada Europa

Assalamualaikum wr.wbPermusuhan gereja pada ilmu dan ilmuwan pada waktu itu menyebabkan Eropa tenggelam pada kebodohan dan keterbelakangan. Ilmuwan, filosof, dan para pemikir mendapat perlakuan kejam dan sadis, bila pendapat dan pemikirannya berseberangan dengan Gereja. Galileo misalnya, harus mati secara mengenaskan karena pemikirannya dianggap berlawanan dengan Gereja. Dan masih banyak lagi ilmuwan yang nasibnya serupa.

Lalu Islam datang dengan membawa peradaban dan kebudayaan yang mendorong kemajuan. Seperti menanam pohon dalam tanah subur, peradaban dan kebudayaan ini mengalami kemajuan yang cepat dan menakjubkan. Islam berdiri kokoh di bumi Andalusia. Hal ini disebabkan, Islam memberikan kebebasan bagi akal untuk mengkaji dan meneliti demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia. Masyarakat diberikan kebebasan untuk mengkaji dan mengembangkan ilmu.

Para filsuf Islam mentransferkan ilmu filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, dan sastra ke Eropa. Ilmuwan Muslim menggoreskan langkah maju dan sumbangsih mereka bagi kebangkitan pemikiran Eropa. Membawa Eropa pada kemajuan dan Renaisans. Era Daulah Utsmaniah dan Abbasiah, mendorong gerakan penerjemahan warisan keilmuwan Yunani ke bahasa Arab. Dari bahasa Arab ke bahasa Latin, dan selanjutnya mentransfer ke Eropa melalui futahat Islam, terutama Andalusia.

Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Abu Qasim Al-Qurthubi, Ibnu Zuhur Al-Asyibili, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, Al-Khwarizmi, Ar-Razi, Bizajani, Ibnu Haitsam, Ibnu Nafis, adalah sederatan ilmuwan Muslim yang berkat kejeniusannya dan kebrilianannya yang dianugerahkan Allah kepada mereka, mampu memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Ibnu sina (980-1037M) misalnya, ahli dalam filsafat, kedokteran, politik, dan astronomi. Ia membuat alat untuk mengamati ruang angkasa. Bukunya, diterjemahkan ke pelbagai bahasa di Barat dan mencapai lebih dari 270 buku. Buku bidang filsafatnya yang terkenal, Asy-Syifa’a dan Al-Qanun bidang kedokteran. Ma’rifat pada Allah SWT dan tenggelam dalam dzikir adalah tujuan filsafat menurutnya. Buku kedokterannya menjadi referensi penting kedokteran selama enam abad dan menjadi salah satu pondasi terpenting bagi kajian-kajian kedokteran di universitas-universitas di Perancis dan Italia hingga abad delapan belas. (Khadar, 2005 : 43).

Buku merupakan media pewarisan peradaban. Ilmu pengetahuan dari tokoh masa kini maupun terdahulu diwariskan melalui media ini. Untuk mengetahui dan memahami warisan peradaban, diperlukan pengalihbahasaan sesuai dengan bahasa yang berkepentingan, maka dilakukanlah penerjemahan-penerjemahan.

Jasa Islam yang begitu besar bagi kemajuan Eropa tak membuat mereka merasa berhutang, melainkan membuat mereka iri hati dan benci, yang sampai sekarang kebenciannya masih terasa. Majunya peradaban Islam di segala bidang, justru menambah benci musuh-musuh Islam. Citra palsu tentang Islam pun diangkatnya. Karakteristik dan nilai dasar Islam diputarbalikan. Citra buruk Islam ini dipasarkan pada warga Barat supaya mereka tidak berempati terhadap Islam yang ujung-ujungnya bertambah benci. Hal ini terus berlanjut sampai anak keturunan mereka. Beberapa pastur dan pendeta beralih jadi misionaris professional dan orientalis.

Adu domba antara Iran dan Iraq, penyerangan terhadap Afghanistan dan Iraq oleh tentara sekutu Amerika, pemberian label teroris pada Islam dan umat Islam, pendudukan tanah Palestina oleh Israel yang dibantu oleh Amerika dan masih banyak lagi, merupakan manifestasi kontemporer kebencian Barat pada Islam. Wallahu a’lam bishshawwab.

Islam ternyata memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan Eropa (baca : Barat). Mengubah masa kegelapan, kebodohan, dan perbudakan pada cahaya dan ilmu pengetahuan era Renaisans. Andalusia dan Cordova merupakan jalur transformasi ke arah perubahan itu. Tanpa peran Islam dan umat Islam, entah seperti apa masa depan peradaban Eropa dahulu dan sekarang. Lalu bagaimana sikap mereka terhadap Islam dan umat Islam yang telah mengangkat mereka pada ‘derajat’ yang tinggi dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi?

Di samping itu kami membuat konsep Rekomendasi pada halaman 1 s.d. 21 sebagai saran pendekatan kebudayaan dalam melaksanakan pembangunan di Sumatera Utara. Saya menyumbangkan Sub Bab 2: Pembangunan Sebagai Horja. Hotman M. Siahaan d Read the rest of this entry »

Sekolah Ke Jepang (1)

Agustus 28, 2008

Sekolah di luar negeri terkesan “elit”. Apalagi di Jepang, negara dengan biaya hidup sangat tinggi. Belum lagi Jepang sebagai negara pilihan untuk studi di luar negeri masih “angker” dengan stereotip anggapan biaya tinggi, bahasa yang sulit dan sebagainya.

Benarkah demikian? Dalam tulisan ini, penulis mengulas beberapa keuntungan memilih Jepang sebagai tempat belajar di tingkat Universitas baik program S1, S2 dan S3 serta kiat-kiat sukses menempuh studi sekaligus mencari kerja setelah itu. Tulisan di bagi menjadi dua bagian yaitu bagian pertama dengan fokus pada keunggulan memilih studi di Jepang dan kehidupan di kampus. Sedangkan pada bagian kedua akan disampaikan tentang kiat-kiat hidup dan mencari kerja.

Keuntungan memilih Jepang

Keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) negara tujuan, sering menjadi salah satu alasan memilih tempat studi di luar negeri. Kemajuan perekonomian Jepang, tak disangkal berkat dukungan ipteknya yang canggih. Akan tetapi, Jepang tak jarang disebut sebagai “negara pengekor” dalam iptek karena lebih banyak mengembangkan iptek terapan yang dasarnya sudah dikembangkan di Amerika Serikat (AS) atau Eropa.

Akan tetapi dengan terpilihnya para peneliti Jepang sebagai penerima Hadiah Nobel tiga tahun terakhir secara berturut-turut, setidaknya menghapus pandangan itu. Penelitian dasar maupun terapan di Universitas Jepang sangat beragam dengan dukungan dana yang besar baik dari Pemerintah maupun Swasta. Apabila di Indonesia, produk riset terapan lebih dibutuhkan, maka Jepang adalah “gudang” penelitian seperti itu. Paten-paten internasional yang dimiliki Jepang lebih banyak yang berkaitan dengan teknologi terapan. Namun hal ini tidak berarti penelitian dasar kurang berkembang. Hadiah Nobel yang banyak diberikan kepada penelitian dasar, dari penghargaan tiga tahun terakhir itu, berhasil diraih oleh peneliti-peneliti Jepang dari penelitian di dalam negeri.

Suasana dan kondisi belajar juga sering menjadi penentu dalam menentukan pilihan negara studi. Untuk masalah keamanan, Jepang adalah negara dengan tingkat kriminalitas sangat rendah dibanding AS atau negara-negara Eropa pada umumnya. Budaya timur yang masih kental di Jepang, memberikan suasana yang tidak jauh berbeda bagi mahasiswa Indonesia ketika hidup dalam masyarakat Jepang sehingga memudahkan beradaptasi.

Bahasa Jepang yang sering jadi momok, bila dilihat dari kacamata berbeda, dapat memberikan nilai plus studi di Jepang. Mahasiswa S2 dan S3, tidak diharuskan menguasai bahasa Jepang karena dapat berkomunikasi maupun menyelesaikan thesis dengan bahasa Inggris. Namun setidaknya, berbekal kursus singkat yang banyak disediakan gratis oleh Universitas maupun Pemda setempat, serta pergaulan sehari-hari, mereka mampu berbahasa lisan dengan baik. Untuk mahasiswa S1, selain kemampuan bahasa lisan juga diperlukan kemampuan membaca dan menulis bahasa Jepang. Memang untuk itu ribuan huruf Kanji dan tata bahasa yang berbeda dengan bahasa Inggris, harus dikuasai.

Menurut pengalaman penulis, setengah sampai setahun kursus bahasa Jepang intensif ditambah dengan kuliah 1-2 tahun, cukup memberikan penguasaan secara baik. Kemampuan bahasa ini akan membuka peluang besar memahami berbagai ilmu pengetahuan maupun budaya Jepang karena bangsa ini telah mentransfer seluruh pengetahuannya dalam bentuk tulisan, buku dan sebagainya (Jepang adalah negara dengan pelanggan koran terbesar di dunia).

Bagi alumnus Universitas Jepang, dengan ketiga keunggulan di atas yang berhasil diraih, kesempatan mencari kerja di Jepang maupun Indonesia, sangat terbuka. Jangan lupa, Jepang adalah negara dengan penanaman modal asing terbesar di Indonesia sehingga peluang bekerja di perusahaan maupun bisnis terkait dengan negara ini, sangat menjanjikan.

Kehidupan Kampus

Untuk menyelesaikan program studi S1 di Jepang perlu waktu 4 tahun. Tiga tahun pertama adalah perkuliahan dan tahun terakhir mahasiswa diharuskan masuk ke lab salah seorang Professor yang ada dalam jurusan untuk membuat penelitian bagi thesisnya. Untuk program S2 yang memerlukan waktu normal 2 tahun, sepenuhnya mahasiswa berada dalam lab untuk melakukan penelitian dengan tambahan beberapa mata kuliah yang harus diambil.

Dengan kerajinan dan ketekunan, hampir bisa dipastikan mahasiswa dapat selesai tepat waktu untuk S1 dan S2 ini. Program S3, mirip sistem di S2 tapi beban untuk penelitian lebih besar, dimana banyak jurusan di Universitas Jepang mewajibkan mahasiswanya menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal internasional sebagai syarat kelulusan. Kadang, bila ada hambatan dalam penelitian menurut pengamatan penulis, lebih banyak karena kurang antisipasi kemajuan riset dan komunikasi dengan Professor pembimbing bisa menyebabkan waktu studi molor 1-2 tahun. Kewajiban publikasi ini nampaknya khas Jepang yang tak ditemui di Amerika/Eropa, walau terasa berat tapi bisa memberikan catatan dan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa bagi bekal meniti karir setelah kelulusan.

Peran Professor pembimbing sangat besar dalam membantu kelancaran studi dalam setiap jenjang. Untuk itu, kiat utama dalam hal ini adalah mencari Professor dalam bidang yang diminati, yang paling cocok dalam kepribadian, sikap dan sebagainya. Untuk mahasiswa S1, sejak masa perkuliahan, bisa dengan mudah mencari informasi itu dari kakak kelas atau mencari langsung Professor dengan sifat-sifat seperti itu. Sementara bagi mahasiswa S2/S3 yang mencari dari Indonesia misalnya, ada beberapa ciri yang mungkin bisa jadi pegangan.

Professor dengan pengalaman belajar atau penelitian di luar negeri, biasanya menjadi lebih terbuka dan respek terhadap orang asing mungkin karena pernah mengalami sendiri tinggal di negeri orang. Professor yang masih muda usia (40-an tahun), biasanya masih dalam awal karirnya sehingga dengan menjadi anggota labnya, kemungkinan mahasiswa ikut dipacu untuk banyak menghasilkan publikasi, paten dan karya ilmiah lainnya, walaupun konsekuensinya hal ini harus dibarengi dengan kerja keras. Keuntungan lainnya, mahasiswa bisa mendapat bimbingan dan perhatian langsung dari Professor seperti ini karena masih banyak waktunya di lab. Sementara Professor yang lebih senior, menduduki berbagai jabatan di himpunan profesi maupun Pemerintahan, berpeluang besar memberikan banyak kemudahan mencari kerja dengan lobi-lobi yang dimilikinya serta fasilitas penelitian yang memadai. Akan tetapi, bimbingan langsung kepada mahasiswa relatif agak kurang karena kesibukan di luar labnya tersebut. Profil seperti ini bisa kita peroleh dari homepage Universitas, membaca jurnal-jurnal ilmiah, seminar dan sebagainya.

Professor-professor yang hebat, tidak harus selalu berada di universitas-universitas besar. Yang sering disebut universitas besar itu adalah Tokyo University, Osaka University, Kyoto University, Kyushu University, Tohoku University, dan Hokkaido University untuk universitas negerinya dan Keio University serta Waseda University untuk universitas swastanya. Tak pelak, dengan dana dan nama besar, universitas-universitas itu dapat mengumpulkan Professor-professor terpandang, namun tak jarang Professor “yang mendunia” berada di universitas negeri di daerah. Misalnya, pakar DNA chip Jepang adalah seorang Professor muda di Tokushima University di pulau kecil Shikoku, tokoh mikrobiologi vitamin ada di Yamaguchi University di ujung selatan pulau Honsyu, Professor senior yang disebut-sebut calon kuat penerima Hadiah Nobel Kedokteran berdomisili di Kobe University dan lain-lain. Jadi, jangan terpaku pada nama besar universitas yang hendak dipilih, tapi lihat dalam bidang yang diminati, Professor yang hebat berada di lokasi mana.

Selain informasi dari internet, publikasi dan sebagainya, bila ada kesempatan bertemu langsung dengan Professor Jepang yang sedang dalam kunjungan ke Indonesia atau dalam pertemuan internasional, manfaatkan hal itu untuk berkenalan secara langsung. Selain mengutarakan niat secara lisan, akan lebih berdampak nantinya, bila terlebih dulu mempersiapkan profil serta rencana penelitian dalam kertas. Komunikasi via e-mail maupun surat serta faksimil, akan juga berperan dalam keberhasilan mencari Professor pembimbing yang sesuai. Penggunaan bahasa Inggris yang baik, cukup tepat untuk komunikasi seperti ini, namun yang lebih penting adalah mengutarakan maksud korespondensi itu sejelas mungkin untuk menghindari kesalahpahaman.

Beberapa uraian di atas, bermanfaat ketika dalam tahapan penelitian sebagai bagian dari penyelesaian studi. Untuk tahap perkuliahan, bagi mahasiswa S1, penting untuk mencari teman Jepang yang bisa membantu dalam masalah bahasa dan kadang penyelesaian tugas juga. Walaupun kakak kelas orang Indonesia mungkin tidak selalu ada, saran dari mereka bisa dimintakan juga. Untuk program S2 dan S3, kebanyakan perkuliahan diujikan dengan membuat laporan daripada ujian tulis. Dalam hal ini, dengan permohonan kepada dosen pengajar, sering mahasiswa asing diperbolehkan membuat laporan dalam bahasa Inggris.

by:detikcom

Piranti lunak komputer yang dapat mengalihaksarakan huruf latin menjadi tulisan beraksara Batak yang disebut Transtoba2 secara resmi diluncurkan akhir pekan lalu. Acara peluncurannya berlangsung di Auditorium Universitas Sisingamangaraja XII, Jl. Perintis Kemerdekaan, Medan.

Peluncuran program transliterasi aksara Batak ini dilakukan langsung oleh penemunya Prof. DR. Uli Kozok, seorang peneliti dari Hawaii University. Kozok menyatakan, dengan menggunakan program buatannya, tulisan yang menggunakan huruf latin secara otomatis bisa diubah menjadi beraksara Batak.

“Program Transtoba2 merupakan program komputer berbasis Java, dan dapat diaplikasikan sejumlah sistem termasuk Apple OS 10.5, MS Windows dan Vista,” ujarnya.

Dia menambahkan, program Tanstoba2 tidak diperjualbelikan, melainkan ini adalah perangkat lunak bebas dibawah lisensi umum GNU dan dapat di-download dengan cuma-cuma. Transtoba2 juga dapat digunakan langsung di internet dengan mengakses transtoba2.seige.net.

Inti program Transtoba2 adalah huruf komputer (font) TrueType Surat Batak yang dikembangkan Uli Kozok serta sebuah perangkat alogaritma yang dikembangkan bersama Leander Siege dan Kozok.

Transtoba2 mengatasi permaslahan yang dihadapi peneliti, antropolog, sejarawan dan semua kalangan dalam menggunakan font Surat Batak.

“Aksara Batak bukan merupakan abjad murni, tapi sebuah Abugida atau bentuk tulisan gratem yang terdiri dari konsonan yang diikuti oleh vokal ‘a’,” terang Kozok.

Kozok juga mengatakan, aksara Batak punya keunikan yang tidak terdapat pada Abugida Nusantara lain, seperti Surat Ulu dari Kerinci, Rejang, Lampung, Lemak atau Serawai.

Hampir 95 persen naskah Batak saat ini ada di luar negeri. Sedang sisanya ada di sejumlah tempat di Sumatera Utara. “Sedikitnya lima ratus sampai seribu naskah Batak ada di sejumlah museum di Belanda. Dengan program Transtoba2 ini, kita bisa menghindari kepunahan aksara Batak,” Kozok menandaskan.

  1. 1G = (First Generation) Generasi selular pertama yang berteknologi analog, contohnya adalah  AMPS, TACS dan NMT.
  2. 2G = (Second Generation) Generasi selular kedua yang mempebaharui generasi pertama dalam bidang teknologinya yaitu digital, yang pada teori dasarnya merupakan pembaharukan dalam bidang transfer data, contohnya adalah GSM (menggunakan protokol CSD, HSCSD, GPRS dan EDGE) dan cdmaOne.
  3. 2.5G = Generasi selular kedua yang diperbaharui sebelum menuju 3G, contohnya adalah penggunaan GPRS pada GSM.
  4. 3G = (Third Generation) Generasi selular ketiga, dibuat dan digunakannya spesifikasi ini pada dasarnya hanya mempercepat transfer data pada teknologi selular digital, contohnya adalah EDGE pada GSM, UMTS dan CDMA2000 1x.
  5. Ad-Hoc = Suatu tipe komunikasi yang diterapkan dalam WiFi, Ad-Hoc berarti jaringan komunikasi WiFi tersebut tidak menggunakan server (pusat pengatur sistim komunikasi), contohnya adalah beberapa PDA yang berhubungan menggunakan WiFi.
  6. AMOLED = (Active Matrix Organic Light Emitting Diode) Teknologi terbaru dari jenis layar OLED.
  7. AMPS = (Advanced Mobile Phone System) Suatu sistem komunikasi wireless analog.
  8. Bluetooth = Protokol atau spesifikasi berkomunikasi jarak pendek yang berdaya rendah (hemat energi), Bluetooth menggunakan frekuensi 2.4Ghz, contohnya antara headset dan sellular (https://www.bluetooth.org).
  9. Brew = Suatu platform untuk menjalankan aplikasi/game yang dibuat oleh bahasa programming C/C++, platform ini digunakan/ditargetkan untuk selular, Brew dimiliki oleh Qualcomm.
  10. BTS = (Base Transceiver Station) Station mobile operator yang menghubungkan jaringan operator dan selular para pengguna.
  11. CDMA = (Code Division Multiple Access ) Suatu sistim komunikasi wireless yang dipakai oleh para mobile operator, sistim ini menggunakan teknologi “spread spectrum” yang memberikan access pemakaian pada banyak pengguna pada frekuensi dan waktu yang sama, hal ini dapat dilakukan dengan pemberian kode unik untuk setiap komunikasi, CDMA dikatakan dapat menyediakan/memperbolehkan lebih banyak pengguna daripada sistim teknologi lainnya.
  12. CDMAOne = Suatu sistim komunikasi wireless 2G dengan spesifikasi IS-95 (http://www.cdg.org/technology/2g.asp)
  13. CDMA 2000 1x = Suatu sistim komunikasi wireless 3G dengan spesifikasi IMT-2000 (International Telecommunication Union-2000). Dalam spesifikasi ini kecepatan transfer data minimum yang diharuskan adalah 144Kbps (http://www.cdg.org/technology/3g.asp).
  14. CDMA 2000 1x EV-DV = (Evolution Data and Voice) Suatu protokol yang memungkinkan kecepatan transfer data hingga 3.09 Mbps.
  15. CDMA 2000 1x EV-DO = (Evolution Data Only) Suatu protokol yang memungkinkan kecepatan transfer data hingga 2.4Mbps.
  16. CLDC = (Connected Limited Device Configuration) Merupakan suatu spesifikasi dasar yang berupa library dan API untuk diimplementasikan dalam J2ME.
  17. CIF = (Common Intermediate Format) Ukuran gambar atau video yang berukuran 352 x 288 pixel.
  18. CSD = (Circuit Switched Data) Suatu protokol transfer data yang memiliki kecepatan 8 Kbps.
  19. CSTN = (Color Super Twist Nematic) Suatu tipe layar yang banyak digunakan pada selular, biasanya CSTN tidak memiliki warna atau berwarna sedikit. CSTN memiliki kualitas yang lebih rendah dan lebih murah dari TFT.
  20. Cellular = Bahasa Inggris untuk selular. Selular artinya adalah sistim komunikasi jarak jauh tanpa kabel, selular adalah bentuk komunikasi modern yang ditujukan untuk menggantikan telepon rumah yang masih menggunakan kabel.
  21. CRT = (Cathode Ray Tube) Suatu jenis layar yang banyak digunakan pada monitor komputer dan TV biasa (yang bertabung).
  22. DVB-H = (Digital Video Broadcast for Handheld) Suatu fungsi video streaming yang dikhususkan untuk perangkat elektronik kecil yang mudah dibawa bawa.
  23. Domain = Suatu nama alamat yang menjelaskan identitas situs (website) tersebut, lain dengan IP address yang hanya menggunakan angka-angka tanpa huruf, nama Domain boleh menggunakan kata-kata, contoh: “www.cellulardiary.com”.
  24. EDGE = (Enhanced Data rates for GSM Evolution) Suatu protokol yang mengatur cara kerja transfer data pada sistim wireless GSM. Dalam teorinya kecepatan transfer data EDGE dapat mencapai 384 Kbps.
  25. EMS = (Enhanced Message Service) Suatu format data yang digunakan dalam GSM, EMS adalah penyempurnaan dari SMS, data EMS dapat berupa gambar, animasi, suara dan text.
  26. Gateway = Suatu “pintu gerbang” yang ditentukan sebagai tempat keluar-masuk untuk bertukaran data. Gateway biasanya juga digunakan untuk mem-filter (menentukan) data dan siapa saja yang boleh bertukaran data melalui pintu gerbang tersebut.
  27. GSM = (Global System for Mobile communications) Suatu sistim komunikasi wireless 2G. Frekuensi yang dapat digunakan dalam GSM adalah 850Mhz, 900Mhz, 1800Mhz dan 1900Mhz.
  28. GPRS = (General Packet Radio Service) Protokol untuk transfer data dalam GSM, kecepatan transfer data dalam GPRS dapat mencapai 115 Kbps.
  29. GPS = (Global Positioning System) Sistim pendeteksi/pencarian suatu lokasi yang akurat, sistim ini menggunakan satelit.
  30. HSCSD = (High Speed Circuit Switched Data) Penyempurnaan dan penambahan kecepatan dari protokol CSD. HSCSD dapat mencapai kecepatan transfer data hingga 14.4 Kbps.
  31. HSDPA = (High Speed Downlink Packet Access) Protokol transmisi data secara downllink (menerima) dalam jaringan UMTS/HSPA.
  32. HSPA = (High Speed Packet Access) Protokol transfer data dalam jaringan UMTS.
  33. HSPSD = (High Speed Packet Switched Data) Suatu protokol transfer data yang digunakan pada sistim komunikasi wireless UMTS. HSPSD lebih cepat dibandingkan WCDMA.
  34. HSDPA = (High Speed Uplink Packet Access) Protocol transmisi data secara uplink (memberi) dalam jaringan UMTS/HSPA.
  35. HTML = (Hyper Text Markup Language) Suatu format data yang digunakan untuk membuat website dalam Internet. Sekarang selular dapat surfing Internet dengan menggunakan aplikasi yang kompatible dengan HTML.
  36. IP Address = (Internet Protocol Address) Sebuah alamat (nomor) yang menjelaskan identitas situs (website) tersebut, IP tidak menggunakan huruf atau kata-kata melainkan hanya sebuah urutan nomor, contohnya adalah “69.93.158.58″.
  37. IR = (InfraRed) Suatu sistim komunikasi wireless jarak pendek yang hemat energi. Untuk berkomunikasi menggunakan IR, setiap sensor hardware harus saling berhadap-hadapan, jarak nya hanya bisa mencapai satu meter.
  38. J2ME = (Java 2 Platform, Micro Edition) Suatu platform untuk menjalankan aplikasi/game Java, platform ini digunakan/ditargetkan untuk elektronik kecil seperti selular dan PDA.
  39. Java = Suatu programming language yang digunakan pada teknologi selular (juga pada komputer PC), aplikasi/game yang dibuat dengan Java untuk selular disebut dengan MIDP.
  40. LAN = (Local Area Network) Suatu jaringan network lokal yang terisolasi digunakan untuk keperluan pribadi, contohnya adalah komputer komputer dalam satu kantor yang saling berhubungan dan bisa untuk bertukar informasi/data.
  41. LCD = (Liquid Crystal Display) Suatu jenis layar yang menggunakan tenaga yang sedikit (hemat energi).
  42. MIDP = (Mobile Information Device Profile) Java runtime yang digunakan dalam J2ME, suatu spesifikasi untuk pembuatan aplikasi/game selular yang menggunakan bahasa pemrograman Java.
  43. MMS = (Multimedia Messaging System) Suatu bentuk format data yang biasa digunakan dalam selular, data MMS bisa berbentuk gambar, suara, video dan text yang lebih panjang dari SMS dan EMS.
  44. Network = Bahasa Inggris untuk jaringan. Suatu jaringan berarti adanya lebih dari satu titik/tempat yang berhubungan (bisa menggunakan kabel atau tidak) untuk bisa saling bertukaran data/informasi.
  45. OLED = (Organic Light Emitting Diode) Jenis layar baru yang berbeda dari monitor CRT, LCD TFT dan layar plasma. Layar OLED bisa mengeluarkan cahaya sendiri tanpa memerlukan tambahan lampu (biasanya pada layar TFT notebook dan handphone ada sebuah inverter yang memberikan cahaya). Maka layar OLED terkenal dengan ketipisannya yang hanya 1 mm bahkan bisa setipis selembar kertas biasa.
  46. OS = (Operating System) OS adalah suatu platform yang digunakan pada selular yang berkelas smartphone, contohnya adalah Symbian (www.symbian.com), Palm (www.palmone.com), Pocket PC (www.microsoft.com), Linux (www.linuxdevices.com) dan Java (www.veloxsoft.com).
  47. PCS = (Personal Communications Systems) Suatu sistim komunikasi wireless mirip seperti GSM. PCS hanya berjalan pada frekuensi 1900Mhz.
  48. PDA = (Personal Digital Assistant) Suatu perangkat keras yang berkerja mirip seperti komputer/notebook kecil yang hemat energi. Fungsi pada PDA sangat terbatas tidak seperti komputer/notebook.
  49. PIN = (Personal Identifier Number) Nomor rahasia yang digunakan sebagai password pada SIM card selular.
  50. PSTN = (Public Switched Telephone Network) Suatu sistim komunikasi berkabel, contohnya adalah telpon rumah.
  51. PTT = (Push To Talk) Fungsi komunikasi suara dengan menggunakan data yang bisa dilakukan pada jaringan selular. PTT adalah half-duplex yang berarti kita tidak bisa mendengar dan berbicara pada waktu yang bersamaan, hal ini mirip dengan walkie-talkie. PTT digunakan untuk menekan biaya komunikasi karena penggunaan jalur data lebih murah dibanding jalur suara.
  52. Roaming = Fungsi untuk berkomunikasi dengan selular pada daerah diluar layanan tempat mobile operator milik pengguna, contoh roaming internasional adalah pengguna selular di Indonesia menggunakan selular-nya diluar negeri dengan bantuan operator luar negeri yang telah mengadakan perjanjian dengan operator selular pengguna, biasanya Roaming dikenakan biaya extra.
  53. RUIM = (Removable User Identity Module) Kartu identitas selular seperti SIM. Kartu RUIM dan istilahnya hanya digunakan pada handset selular CDMA.
  54. SIM = (Subscriber Identity Module) Kartu identitas kecil yang dimasukkan pada handset selular, setiap pengguna selular memiliki SIM yang berlainan (unik) datanya. Data yang terekam pada SIM antara lain yaitu nomor telpon selular pengguna, nomor kode jaringan operator yang digunakan, nomor PIN, data kontak (buku telpon) pengguna dan lain lain. Kartu SIM hanya digunakan pada handset selular GSM.
  55. Smartphone = Suatu kata yang digunakan untuk menjelaskan (berarti) produk selular yang memiliki OS.
  56. SMS = (Short Message Service) Suatu format text yang dikirim dan diterima melalui selular, text dalam SMS mempunyai panjang maximum 160 huruf.
  57. STK = (SIM Tool Kit) Spesifikasi pada kartu SIM selular GSM, hal ini bertujuan agar mobile operator GSM dapat menambahkan data atau fungsi kedalam kartu SIM, contohnya seperti menu operator, mobile banking, email dan lain lain.
  58. TFT = (Thin Film Transistor) Suatu jenis atau tipe layar LCD yang memiliki kualitas warna yang lebih baik dan memiliki sudut pandang yang lebih lebar dibanding CSTN, hal ini membuat warna pada layar TFT dapat dilihat dengan jelas dari samping.
  59. UFB = (Ultra Fine and Bright) Suatu teknologi layar LCD yang dibuat oleh Samsung. UFB adalah peningkatan kualitas CSTN tapi masih memiliki kualitas warna yang kurang dibanding TFT.
  60. UMTS = (Universal Mobile Telecommunications System) Suatu sistim komunikasi wireless generasi ketiga (3G). UMTS pada dasarnya ditujukan untuk menggantikan GSM yang masih berada dalam kategori generasi selular kedua. Pada mulanya UMTS akan berkerja pada frekuensi sekitar 2100 Mhz.
  61. USIM = (Universal Subscriber Identity Module) Mirip dengan SIM tapi khusus untuk telepon selular UMTS.
  62. VOD = (Video On Demand) Suatu fasilitas video streaming melalui jalur data, pengguna harus memilih video (channel) yang ingin ditonton sebelum video streaming terjadi, kurang lebih sama seperti memilih TV program sebelum menonton.
  63. VGA = (Video Graphics Array) Suatu resolusi image atau video yang berukuran 640 x 480 pixel.
  64. WAP = (Wireless Application Protokol) Sebuah standard yang digunakan pada selular agar pengguna dapat mengakses halaman Internet yang berformat WML (format data yang telah disederhanakan/dikecilkan agar dapat diterima oleh selular).
  65. WCDMA = (Wideband Code Division Multiple Access) Suatu protokol transfer data pada sistim jaringan UMTS
  66. WiMAX = (Worldwide Interoperability for Microwave Access) Suatu spesifikasi untuk komunikasi data wireless. Spesifikasi WiMAX terdapat dalam IEEE 802.16. WiMAX adalah suatu penyempurnaan WiFi, WiMAX dapat berkomunikasi pada jauh hingga 5 Miles (kurang lebih 8 Kilometer) pada kecepatan transfer data 10 Mbps.
  67. WiFi = (Wireless Fidelity) Suatu spesifikasi transfer data WLAN. WiFi terdapat dalam IEEE 802.11 yang memiliki jarak komunikasi wireless yang pendek, spesifikasi 802.11g dapat mencapai kejauhan hingga 100 meter dengan kecepatan 54 Mbps.
  68. Wireless = Suatu teknik komunikasi atau pertukaran data jarak dekat/jauh tanpa menggunakan kabel.
  69. WLAN = (Wireless Local Area Network) Suatu spesifikasi transfer data wireless untuk LAN.
  70. WWW = (World Wide Web) Suatu spesifikasi atau protokol yang digunakan untuk membuat website dalam Internet

Sumber: krSejak beberapa hari terakhir ini, masyarakat Yogyakarta merasakan udara dingin. Terutama pada malam hari, rasa dingin itu semakin menyengat tulang. Karena suasana dingin itu, tak banyak aktivitas masyarakat dilakukan di luar rumah. Kalaupun terpaksa harus keluar rumah, mereka tidak berani meninggalkan pakaian hangat. Suasana seperti inilah yang oleh masyarakat dikatakan sebagai musim bedhidhing. Biasanya, musim dingin ini terjadi ketika kemarau berlangsung begitu panjang.

Berbeda dengan masyarakat Eropa, yang mengenal empat musim. Mereka sudah mempersiapkan diri ketika tiba saatnya musim dingin. Mereka lebih memilih tinggal di rumah dan menghangatkan diri. Akan tetapi semua kebutuhan rumah tangga sudah dipenuhi jauh-jauh hari sebelumnya. Bagi masyarakat kita, suhu udara dingin adalah sebuah ikutan saja. Yakni dampak dari panjangnya musim kemarau. Menurut perkiraan bahkan pada bulan Agustus 2008 udara terasa kian dingin seiring dengan memuncaknya musim kemarau.

Sebagaimana diinformasikan oleh Kasubsi Meteo Lanud Adisutjipto, Kapten (Sus) Subakir, pada musim kemarau panjang biasa terjadi udara dingin. Sebab, udara dingin itu terjadi karena jarangnya terjadi pembentukan awan. Padahal, awan ini yang memantulkan panas ke bumi. Ketika tak banyak terjadi pembentukan awan, maka udara pun berubah menjadi dingin. Oleh sebab itulah, pada saat musim hujan yang disebabkan oleh banyaknya pembentukan awan, suhu justru terasa panas.
Karena awan jarang terjadi, maka pancaran panas di permukaan bumi langsung ke angkasa, tidak lagi dipantulkan oleh awan. Justru pada puncak kemarau suhu udara semakin dingin. Atas kenyataan ini, kita harus mewaspadai dampak ikutannya. Terutama yang menyangkut masalah kesehatan. Berbagai upaya untuk menghindari penyakit yang datang pada saat suhu udara dingin juga perlu terus diingatkan. Sebagaimana dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr Choirul Anwar MKes, ada tiga jenis penyakit yang biasa terjadi pada musim kemarau seperti ini.Tiga jenis penyakit itu, antara lain penyakit gangguan saluran pernapasan, penyakit diare yang pada umumnya menyerang anak di bawah 6 bulan, dan penyakit beleken.
Pada saat musim kemarau, kita juga harus mewaspadai debu-debu kering yang beterbangan. Kita memang tidak boleh lengah. Dalam perubahan cuaca, perubahan iklim, dan perubahan suhu udara, pasti akan membawa dampak ikutan. Oleh sebab itu, faktor kesehatan hendaknya menjadi perhatian. Bila institusi keluarga sudah siap untuk itu, kiranya musim dingin bisa dihadapi dengan tenang. (mep) 

  
Kirim ke teman

Tadi pagi ada temen nelpon ngajak nonton pameran handycraft di Jogja Expo Center,oke saya menyempatkan diri  untuk ikut mengunjungi event besar ini. Peserta nya banyak sekali sekitar 250 gerai dari berbagai daerah di Indonesia antara lain dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa tenggara dan Bali. Banyak kerajinan tangan yang dapat kita jumpai, mulai dari souvenir,pakaian sampai property rumahtangga yang memiliki seni  tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya begitu kagum menyaksikan kekayaan nusantara. keunikan dan keindahan dari berbagai kerajinan tersebut memiliki nilai tersendiri yang saya yakin  akan sangat diminati oleh masyarakat asing jika pemasaran nya menjangkau seluruh benua. Coba deh kunjungi pameran nya pasti anda tidak akan rugi, lumayan untuk cucimata diakhir pekan. Harga yang ditawarkan berpariasi tergantung jenis dan ukuran nya. Jangan lupa beli ya…. :)   Silakan dinikmati…..

 untuk oleh-oleh bagus loch…

Mutiara dari Lombok NTT 

Bah… Akhir nya ada lagi pesta besar masyarakat SUMUT khusus nya rakyat di sekitar danau toba yaitu simalungun, samosir , tapanuli utara dan daerah tongging karo. Sejak dulu pesta danau toba selalu diselenggarakan setiap tahun nya, namun menurut kabar pesta danau toba tahun 2008 sekarang ini merupakan pesta yang cukup besar dan meriah mengingat pemerintah telah mencanangkan program visit indonesia year 2008.

Setiap diselenggarakan pesta danau toba saya selalu hadir karena danau toba tidak jauh dari tempat tinggal saya di Pematang Siantar. Banyak kegiatan yang dilakukan selama acara berlangsung mulai dari pagelaran budaya sampai lomba kapal perahu. Bagi kami yang tinggal tidak jauh dari Parapat acara seperti ini sangat menghibur dan merupakan acara yang ditunggu-tunggu setiap tahun nya. Danau Toba adalah danau terbesar di Asia tenggara, daerah yang patut dijaga kelestarian lingkungan dan budaya masyarakat setempat.

Tidak hanya masyarakat Sumatera utara saja yang harus menjaganya melainkan pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia wajib memberikan dukungan yang penuh terhadap keberlangsungankelestarian alam dan budaya di sekitar danau toba.

Presiden SBY  menyaksikan sederetan pergelaran seni dan budaya pada puncak acara dan penutupan Pesta Danau Toba 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantunkan lagu Batak berjudul Nasonang Do Hitana Dua. Pada saat Presiden melantunkan bait pertama lagu itu, ribuan anggota masyarakat yang memadati Lapangan Pagoda, Parapat, Sumut, Jumat malam langsung memberikan sambutan berupa tepuk tangan

Keindahan danau toba yang masih sangat alami perlu dijaga dari kepentingan-kepentingan kapitalis yang selalu mengeruk keuntungan semata tanpa memperdulikan efek yang ditimbulkan. Semoga dengan terselengranya acara potensi sumberdaya yang ada dapat dimaksimalkan dengan baik sehingga danau toba menjadi daerah tujuan wisata yang mendunia. Horas… Horas… (yogie.inc)

Kopi jenis arabika spesial asal Sumatera Utara yang dikenal dengan sebutan kopi mandailing banyak diminati gerai kopi internasional di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa. Sayangnya, Sumatera Utara masih belum bisa memenuhi tingginya permintaan kopi jenis tersebut.

Menurut Ketu a Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumatera Utara (Sumut) Suyanto Husein, kopi arabika spesial asal Sumut sudah memiliki brand yang kuat di pasar internasional. Permintaan dari gerai kopi atau coffe shop seperti Starbucks asal Amerika Serikat (AS) maupun gerai kopi di Eropa dan Jepang setiap tahunnya kata Suyanto sangat tinggi.

“Produksi kami baru sekitar 20.000 ton sampai 25.000 ton pertahun. Sementara permintaannya jauh lebih tinggi dari angka tersebut. Saat ini kami tengah berupaya agar petani kopi di Sumut bisa meningkatkan produktivitas serta menjaga kualitas kopi mereka ,” kata Suyanto di Medan, Minggu (8/6).

Kopi arabika asal Sumut menurut Suyanto di pasar internasional punya merek dagang kopi mandailing. Jenis kopi ini sudah mulai ditanam di daerah Lintong, Humbang Hasundutan dan Sidikalang. Memang ada kopi arabika speciality Sidikalang, tetapi untuk mudahnya, pembeli di Amerika menyebutnya sebagai arabika sumatera atau arabika mandailing, ujarnya.

Kopi jenis arabika di Indonesia lanjut Suyanto memiliki keistimewaan dibanding dari negara-negara lain. Menurut dia, hanya Indonesia, satu-satunya negara pengekspor kopi yang memiliki lima jenis kopi arabika speciality, yang tersebar di lima wilayah yakni Toraja Sulawesi Selatan, Bali, Jawa, Sumut (Mandailing) dan Aceh (Gayo). “Di negara lain seperti Jamaika, kopi arabikanya hanya satu jenis. Indonesia karena negaranya kepulauan, memiliki banyak arabika speciality, sebab lain tempat lain pula karakter tanahnya,” kata Suyanto.

AEKI Sumut menurut Suyanto tengah mendorong agar pemerintah ikut berperan aktif meningkatkan produktivitas petani dan menjaga mutu panenannya. “Di Vietnam, petani kopi di sana bisa menghasilkan 1,5 ton perhektar, sementara di Sumut untuk bisa satu ton perhektar pun masih sulit,” katanya.

Penyebab rendahnya produktivitas petani kopi di Sumut menurut dia antara lain karena ketiadaan modal. Pemerintah diminta membantu petani menyediakan sarana produksi dan juga mendatangkan tenaga ahli di bidang tanaman kopi. “Sekarang Indonesia hanya ada satu pusat penelitian kopi dan kakao di Jember (Jawa Timur). Coba pusat penelitian yang sama itu didirikan di sentra-sentra produksi kopi seperti Sumut, niscaya petani juga akan terbantu meningkatkan produktivitasnya,” kata Suyanto.

Petani kopi Sumut kata dia juga masih belum terlalu mementingkan menjaga kualitas tanamannya. “Kadang kalau harga lagi jelek, mereka tak mau terlalu peduli dengan kualitas dan hasil panenannya. Giliran harga lagi bagus seperti sekarang ini, produksinya malah turun,” katanya.

Kopi di Sumut terbukti menjadi salah satu penyumbang devisa. Ekspor kopi Sumut hingga April lalu menurut data AEKI Sumut telah mencapai 71,68 juta dolar AS dari volume ekspor biji dan bubuk kopi sebanyak 21.969 ton. Dari jumlah ini kopi je nis arabika menjadi penyumbang terbesar yakni 65,07 juta dolar AS dari volume ekspor sebanyak 19.137 ton.