Di samping itu kami membuat konsep Rekomendasi pada halaman 1 s.d. 21 sebagai saran pendekatan kebudayaan dalam melaksanakan pembangunan di Sumatera Utara. Saya menyumbangkan Sub Bab 2: Pembangunan Sebagai Horja. Hotman M. Siahaan d Read the rest of this entry »

Menikmati kota Pematangsiantar yang berhawa sejuk akan memberikan ribuan impian dengan letak yang strategis pada jalur lintasan dari Medan (ibukota Propinsi Sumatera Utara), yang dapat ditempuh ± 3 1/2 jam perjalanan menuju kota wisata Parapat dan Danau Toba serta sekaligus merupakan perantara antara kota-kota di wilayah pantai timur dengan berbagai kota di wilayah dataran tinggi dan pantai barat Sumatera Utara.

Kota Pematangsiantar dengan letaknya yang strategis menambah dinamika kehidupan di kota yang berpenduduk hampir seperempat juta jiwa ini. Keaneka ragaman agama dan sosial budaya mutlak dipertimbangkan dalam merumuskan program pembangunan dalam memelihara ketertiban, kemanan, kerukunan antar umat beragama dan kerja sama antar etnis.

BAGI para penggemar otomotif antik, sepeda motor yang digunakan sebagai alat penggerak transportasi angkutan roda tiga (becak) di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, bisa jadi “menggelitik” keinginan untuk mengoleksi. Sepeda motor BSA buatan Inggris, yang-menurut penduduk setempatdijadikan alat berperang oleh tentara Inggris di Jawa pada Perang Dunia II,
menjadi collector items yang menarik. Selain langka, rata-rata usia motor 60 tahun. Motor yang saat ini berjumlah sekitar 200 unit itu ada yang dibuat tahun 1941, 1948, 1952, dan yang lebih “gres” buatan tahun 1956. Becak di Kota Pematang Siantar yang luas wilayahnya 79,97 kilometer persegi ini memang berbeda dengan becak di kota-kota lain. Berada pada ketinggian 400 meter di atas permukaan laut dengan permukaan tanah yang berbukit-bukit, menyebabkan jalan-jalan di kota ini menurun dan mendaki. Dengan kondisi seperti ini becak dayung sulit digunakan. Akhirnya kendaraan roda tiga itu dimodifikasi dengan “menempelkan” sepeda motor BSA di sisi kanan becak sebagai tenaga penggerak. Becak bermotor yang dijadikan alat transportasi sejak tahun 1960-an ini kemudian menjadi ciri khas dan daya tarik bagi wisatawan, meskipun saat ini berangsur-angsur tersingkir oleh mobil penumpang (mopen) yangberoperasi hingga larut malam.

Pematang Siantar yang tahun 1970-an mendapat julukan sebagai kota pelajar di Provinsi Sumatera Utara, jumlah sekolah dari SD sampai Perguruan Tinggi semakin meningkat diharapkan mampu memenuhi SDM daerah lebih progressif dan maksimal dengan tersedianya sumber daya dan potensi yang tersedia yang dapat memajukan Pematang Siantar dan Kabupaten simalungun menjadi lebih baik. Masalah kelistrikan dan Infrastruktur merupakan masalah yang sangat penting, seringnya pemadaman listrik menjadi faktor penghambat perkembangan perekonomian di daerah ini. Infrastruktur jalan-jalan menuju kedaerah maupun sarana umum lainya dirasakan masih sangat tertinggal. Kinerja aparat Pemerintahan  yang buruk menjadi faktor utama kemunduran di daerah ini, KKN menjadi virus yang sangat bahaya yang menjakiti para birokrat yang ada diPemerintahan. Perombakan, penggantian system serta aparat nya dapat membantu kebuntuan perkembangannya. Di harapkan generasi muda dapat berkiprah berperan serta lebih dan lebih lagi demi kemajuan bersama.

Kota Pematang Siantar bukan hanya diingat karena keunikan becaknya. Di kota ini pada tanggal 22 Juli 1917 lahir wakil presiden ketiga di republik ini yang memiliki reputasi internasional, Adam Malik (almarhum). Dalam bidang pemerintahan, kota yang berumur 130 tahun pada tanggal 24 April 2001, pernah menerima Piala Adipura pada tahun 1993 atas kebersihan dan kelestarian lingkungan kotanya. Sementara itu, karena ketertiban pengaturan lalu lintasnya, kota ini pun meraih penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha pada tahun 1996. Kota Pematangsiantar yang terletak pada garis 3º01’09” -2º54’40” lintang utara dan 99º6’23” – 99º1’10” Bujur Timur, berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Simalungun dengan luas 79,97 km2 dan terletak 400 meter di atas permukaan laut. Pada waktu siang atau malam hari kehidupan di kota ini sepertinya tak pernah surut dilihat dari aktivitas masyarakatnya. Dengan udaranya yang sejuk dan airnya yang bening dimana-mana, kehidupan di kota ini aman dan kondusif menghidupkan perekonomian masyarakatnya.

Dengan keadaan tersebut, kota Pematangsiantar mempunyai nilai positif tersendiri untuk berinvestasi karena disamping aman, tertib dan tentram, jumlah penduduk yang relatif banyak dan bahan baku yang mencukupi khususnya yang berasal dari daerah interland. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2000, Pematang Siantar berpenduduk 240.831 jiwa yang menjadikannya kota kedua terbesar setelah Medan, ibu kota Sumatera Utara. Penduduknya termasuk heterogen dengan 49,6 persen dari etnis Toba, 14,2 persen dari etnis Jawa dan 11,43 persen dari etnis Simalungun. Etnis lain kurang dari 10 persen masing-masing dari Melayu, Mandailing, Cina, Minang, Karo, dan lain-lain. Dari jumlah penduduk tersebut, terdapat angkatan kerja sekitar 85.000 jiwa dengan 86 persen yang bekerja. Sektor industri yang menjadi tulang punggung perekonomian kota yang terletak di tengahtengah Kabupaten Simalungun ini adalah industri besar dan sedang. Dari total kegiatan ekonomi di tahun 1999 yang mencapai Rp 1,5 trilyun, pangsa sektor industri mencapai 38 persen atau Rp 593 milyar. Sektor perdagangan, hotel, dan restoran menyusul di urutan kedua, dengan sumbangan 22 persen atau Rp 335 milyar. Dari ketiga kegiatan di sektor ini, subsektor perdagangan memberikan pemasukan sampai Rp 300 milyar.

Hasil industri andalan Kota Pematang Siantar adalah rokok putih filter dan nonfilter serta tepung tapioka. Pada tahun 2000, dengan tenaga kerja sebanyak 2.700 orang, NV Sumatra Tobacco Trading Company (STTC), produsen rokok yang berdiri sejak 1952, menghasilkan 11,06 milyar batang rokok putih filter dan 75 juta batang rokok putih nonfilter. Dari seluruh hasil produksi rokok filter tersebut, 88,14 persen dijual ke luar negeri terutama ke Malaysia, negara-negara Timur Tengah dan Asia Timur, dengan nilai ekspor mencapai Rp 345 juta. Sisanya sebesar 11,86 persen rokok putih filter dan seluruh hasil produksi rokok putih nonfilter dijual di da-lam negeri dengan nilai penjualan mencapai Rp 83 milyar. Sementara itu, Taiwan menjadi negara tujuan penjualan tepung tapioka yang diproduksi kota ini. Tahun lalu, volume ekspor tepung tapioka mencapai 3,8 ton dan tepung Modified Starch mencapai 2,7 ton. Keseluruhan nilai penjualan ekspor kedua jenis komoditas ini mencapai Rp 12,9 milyar.

Kota Pematang Siantar yang hanya berjarak 52 km dari Prapat sering menjadi kota perlintasan bagi wisatawan yang hendak ke Danau Toba. Sebagai kota penunjang pariwisata di daerah sekitarnya, kota ini memiliki hotel berbintang, hotel melati, restoran, pusat perbelanjaan dan rekreasi sebagai sarana pendukung meningkatnya wisatwan di daerah ini.

by:detikcom

Piranti lunak komputer yang dapat mengalihaksarakan huruf latin menjadi tulisan beraksara Batak yang disebut Transtoba2 secara resmi diluncurkan akhir pekan lalu. Acara peluncurannya berlangsung di Auditorium Universitas Sisingamangaraja XII, Jl. Perintis Kemerdekaan, Medan.

Peluncuran program transliterasi aksara Batak ini dilakukan langsung oleh penemunya Prof. DR. Uli Kozok, seorang peneliti dari Hawaii University. Kozok menyatakan, dengan menggunakan program buatannya, tulisan yang menggunakan huruf latin secara otomatis bisa diubah menjadi beraksara Batak.

“Program Transtoba2 merupakan program komputer berbasis Java, dan dapat diaplikasikan sejumlah sistem termasuk Apple OS 10.5, MS Windows dan Vista,” ujarnya.

Dia menambahkan, program Tanstoba2 tidak diperjualbelikan, melainkan ini adalah perangkat lunak bebas dibawah lisensi umum GNU dan dapat di-download dengan cuma-cuma. Transtoba2 juga dapat digunakan langsung di internet dengan mengakses transtoba2.seige.net.

Inti program Transtoba2 adalah huruf komputer (font) TrueType Surat Batak yang dikembangkan Uli Kozok serta sebuah perangkat alogaritma yang dikembangkan bersama Leander Siege dan Kozok.

Transtoba2 mengatasi permaslahan yang dihadapi peneliti, antropolog, sejarawan dan semua kalangan dalam menggunakan font Surat Batak.

“Aksara Batak bukan merupakan abjad murni, tapi sebuah Abugida atau bentuk tulisan gratem yang terdiri dari konsonan yang diikuti oleh vokal ‘a’,” terang Kozok.

Kozok juga mengatakan, aksara Batak punya keunikan yang tidak terdapat pada Abugida Nusantara lain, seperti Surat Ulu dari Kerinci, Rejang, Lampung, Lemak atau Serawai.

Hampir 95 persen naskah Batak saat ini ada di luar negeri. Sedang sisanya ada di sejumlah tempat di Sumatera Utara. “Sedikitnya lima ratus sampai seribu naskah Batak ada di sejumlah museum di Belanda. Dengan program Transtoba2 ini, kita bisa menghindari kepunahan aksara Batak,” Kozok menandaskan.

Bah… Akhir nya ada lagi pesta besar masyarakat SUMUT khusus nya rakyat di sekitar danau toba yaitu simalungun, samosir , tapanuli utara dan daerah tongging karo. Sejak dulu pesta danau toba selalu diselenggarakan setiap tahun nya, namun menurut kabar pesta danau toba tahun 2008 sekarang ini merupakan pesta yang cukup besar dan meriah mengingat pemerintah telah mencanangkan program visit indonesia year 2008.

Setiap diselenggarakan pesta danau toba saya selalu hadir karena danau toba tidak jauh dari tempat tinggal saya di Pematang Siantar. Banyak kegiatan yang dilakukan selama acara berlangsung mulai dari pagelaran budaya sampai lomba kapal perahu. Bagi kami yang tinggal tidak jauh dari Parapat acara seperti ini sangat menghibur dan merupakan acara yang ditunggu-tunggu setiap tahun nya. Danau Toba adalah danau terbesar di Asia tenggara, daerah yang patut dijaga kelestarian lingkungan dan budaya masyarakat setempat.

Tidak hanya masyarakat Sumatera utara saja yang harus menjaganya melainkan pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia wajib memberikan dukungan yang penuh terhadap keberlangsungankelestarian alam dan budaya di sekitar danau toba.

Presiden SBY  menyaksikan sederetan pergelaran seni dan budaya pada puncak acara dan penutupan Pesta Danau Toba 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantunkan lagu Batak berjudul Nasonang Do Hitana Dua. Pada saat Presiden melantunkan bait pertama lagu itu, ribuan anggota masyarakat yang memadati Lapangan Pagoda, Parapat, Sumut, Jumat malam langsung memberikan sambutan berupa tepuk tangan

Keindahan danau toba yang masih sangat alami perlu dijaga dari kepentingan-kepentingan kapitalis yang selalu mengeruk keuntungan semata tanpa memperdulikan efek yang ditimbulkan. Semoga dengan terselengranya acara potensi sumberdaya yang ada dapat dimaksimalkan dengan baik sehingga danau toba menjadi daerah tujuan wisata yang mendunia. Horas… Horas… (yogie.inc)

Kopi jenis arabika spesial asal Sumatera Utara yang dikenal dengan sebutan kopi mandailing banyak diminati gerai kopi internasional di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa. Sayangnya, Sumatera Utara masih belum bisa memenuhi tingginya permintaan kopi jenis tersebut.

Menurut Ketu a Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumatera Utara (Sumut) Suyanto Husein, kopi arabika spesial asal Sumut sudah memiliki brand yang kuat di pasar internasional. Permintaan dari gerai kopi atau coffe shop seperti Starbucks asal Amerika Serikat (AS) maupun gerai kopi di Eropa dan Jepang setiap tahunnya kata Suyanto sangat tinggi.

“Produksi kami baru sekitar 20.000 ton sampai 25.000 ton pertahun. Sementara permintaannya jauh lebih tinggi dari angka tersebut. Saat ini kami tengah berupaya agar petani kopi di Sumut bisa meningkatkan produktivitas serta menjaga kualitas kopi mereka ,” kata Suyanto di Medan, Minggu (8/6).

Kopi arabika asal Sumut menurut Suyanto di pasar internasional punya merek dagang kopi mandailing. Jenis kopi ini sudah mulai ditanam di daerah Lintong, Humbang Hasundutan dan Sidikalang. Memang ada kopi arabika speciality Sidikalang, tetapi untuk mudahnya, pembeli di Amerika menyebutnya sebagai arabika sumatera atau arabika mandailing, ujarnya.

Kopi jenis arabika di Indonesia lanjut Suyanto memiliki keistimewaan dibanding dari negara-negara lain. Menurut dia, hanya Indonesia, satu-satunya negara pengekspor kopi yang memiliki lima jenis kopi arabika speciality, yang tersebar di lima wilayah yakni Toraja Sulawesi Selatan, Bali, Jawa, Sumut (Mandailing) dan Aceh (Gayo). “Di negara lain seperti Jamaika, kopi arabikanya hanya satu jenis. Indonesia karena negaranya kepulauan, memiliki banyak arabika speciality, sebab lain tempat lain pula karakter tanahnya,” kata Suyanto.

AEKI Sumut menurut Suyanto tengah mendorong agar pemerintah ikut berperan aktif meningkatkan produktivitas petani dan menjaga mutu panenannya. “Di Vietnam, petani kopi di sana bisa menghasilkan 1,5 ton perhektar, sementara di Sumut untuk bisa satu ton perhektar pun masih sulit,” katanya.

Penyebab rendahnya produktivitas petani kopi di Sumut menurut dia antara lain karena ketiadaan modal. Pemerintah diminta membantu petani menyediakan sarana produksi dan juga mendatangkan tenaga ahli di bidang tanaman kopi. “Sekarang Indonesia hanya ada satu pusat penelitian kopi dan kakao di Jember (Jawa Timur). Coba pusat penelitian yang sama itu didirikan di sentra-sentra produksi kopi seperti Sumut, niscaya petani juga akan terbantu meningkatkan produktivitasnya,” kata Suyanto.

Petani kopi Sumut kata dia juga masih belum terlalu mementingkan menjaga kualitas tanamannya. “Kadang kalau harga lagi jelek, mereka tak mau terlalu peduli dengan kualitas dan hasil panenannya. Giliran harga lagi bagus seperti sekarang ini, produksinya malah turun,” katanya.

Kopi di Sumut terbukti menjadi salah satu penyumbang devisa. Ekspor kopi Sumut hingga April lalu menurut data AEKI Sumut telah mencapai 71,68 juta dolar AS dari volume ekspor biji dan bubuk kopi sebanyak 21.969 ton. Dari jumlah ini kopi je nis arabika menjadi penyumbang terbesar yakni 65,07 juta dolar AS dari volume ekspor sebanyak 19.137 ton.

Alamak…..

Juni 4, 2008

Akhir-akhir ini banyak sekali berita yang tidak baik untuk kita lihat dan dengarkan, mulai dari masalah BBM, Tawur, Tragedi Monas, Korupsi belu lagi masalah kemiskinan yang tidak ada hentinya untuk diberitakan di media… Seolah-olah negeri ini sangat kacau dan tidak layak untuk di tinggali, rasanya gak tenang hidup dilingkungan yang selalu bermasalah. Tapi apa bolehbuat ini lah negeraku, negara yang kata banyak orang negara yang sangat kaya akan potensinya…. tapi kenyataanya negara yang sangat kaya akan masalah he..he..he.. Saya rasa untuk menyelesaikan berbagai masalah ini perlu orang2 yang cerdas,bijak dan jujur yang tidak mementingkan dirinya sendiri yang kata orang jerman ora sepenak udele dewe :D . Saya harap temen2 yang muda2 yang berjiwa muda tentunya dan yang memiliki semangat jiwa pendobrak marialh kita berbuat sesuatu untuk negeri yang tercinta ini. karna apa? orang2 tua sudah tidak ada harapan untuk melakukan yang lebih… Untuk itu saya tekankan sekali lagi marilah kita berjuang membangun peradaban yang baik sesuai yang kita harapkan bersama… Salam semangat……. by.Yogie-mep