Membuka Gerbang ICT Dunia
Juni 4, 2008
source: detik.com
Sudah pasti, Indonesia — yang berpenduduk 220 juta jiwa dan tersebar di 17 ribu pulau — menjadi lahan bisnis yang potensial bagi industri teknologi komunikasi informasi (ICT). Namun sayangnya, posisi Indonesia selama ini baru sekadar penikmat, belum sebagai penghasil industri.
Bila dibandingkan dengan negara lain, Indonesia bisa dianggap ketinggalan, misalnya saja dari Vietnam. Pasalnya, negara yang tadinya jauh tertinggal dibanding Indonesia, justru lebih dipercaya vendor besar seperti Intel untuk membangun pabriknya. Tak tanggung-tanggung, US$ 3 miliar digelontorkan.
Tentu saja hal itu membuat iri banyak pihak, khususnya S.D. Darmono. Sebagai Presiden Director Jababeka, ia ingin sekali vendor-vendor besar masuk ke Indonesia dan membangun pabrik ICT di kota industri binaannya.
Demikian pula dengan Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar. Sebab, sektor ICT telah memberikan kontribusi yang cukup lumayan untuk produk domestik bruto yang mencapai 1,8%. Belum lagi ada jargon, setiap pertumbuhan sektor ICT 1% diyakini bisa menggerakan pertumbuhan ekonomi sebesar 3%.
Kedatangan dua pembesar ICT dunia ke Tanah Air, Bill Gates dari Microsoft dan Craig Barret dari Intel, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membuka gerbang ICT dunia masuk ke Indonesia. Namun sayangnya, hal itu belum bisa diwujudkan. Kedua orang besar itu tadi datang bukan dengan misi bangun pabrik.
Penulis sempat berbincang dengan perwakilan Intel di Indonesia. Katanya, bangun pabrik bukan solusi buat Indonesia, melainkan menumbuhkan kemampuan SDM lokal. Paling banter, Intel dengan Indonesia cuma bisa kerjasama pusat riset.
Oleh Hewlett-Packard juga, Indonesia juga belum dimasukan ke dalam daftar singgah bangun pabrik vendor itu. Kali ini, faktor distribusi dijadikan alasan untuk tidak bangun pabrik.
Kalau cuma pusat riset, Indonesia melalui Jababeka sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah Korea Selatan. Menkominfo Mohammad Nuh berharap akan ada kerjasama sejenis dari negara lainnya.
“Mestinya kalau pemerintah pintar, sehabis Korea, undang juga dong negara lain, seperti Jepang, Jerman, Prancis. Contohnya saja Singapura, mereka undang tiap negara berbeda. Tiap negara dipanas-panasi untuk memberikan sumbangan teknologi ke sebuah politeknik, akhirnya banyak politeknik negara. Setelah semuanya sudah nyumbang gratis. Jadilah Nangyang University,” kata Dharmono.
Ya lagi-lagi SDM lokal yang jadi kendala, saya mengajak temen-temen untuk benar2 belajar dan selalu mengasah kemampuan akademik maupun non akademik. Karena hanya dengan itulah kita dapat berkembang dan dapat disejajarkan dengan negara-negara lain, hilangkan sikap malas cobalah untuk menjadi yang terbaik. Kapan lagi kalo nggak sekarang…… (mencoba memotivasi diri sendir he..he..he
)
Nb:dikutip dari detiknet disunting oleh yogie-mep
Selamat datang Pagi….
Juni 4, 2008
Nggak terasa sudah tanggal 5 juni, cepat sekali rasanya waktu berlalu. Untuk yang pegawai atau karyawan hari ini adalah waktu yang ditunggu2 untuk menerima upah atas jerih payah nya dalam menerima tugas dari perusahaan. Pagi ini aku masih dikantor karena memang jatah shift malam,sedikit agak ngantuk sih,karna cuman tdur 2,5 jam maklum dituntut harus ontime klo2 ada gangguan yang ada di jaringan kami
. Alhamdulillah tadi malam kebetulan gak ada problem agak sedikit lega, biasanya aku jarang tidur karena sering sekali down jaringan kami. kalo sudah begitu siap2 dech nerima komplain clien dari berbagai penjuru daerah, kadang2 sampai panas kuping nih rasanya?? menerima omongan dan cacian he..he.. sabar sabar.
Ya gitulah menghadapi customer ada yang baik dan sopan, ada yang bengok2, marah2 belum lagi komplain dari atasan wah panas betul rasanya kuping nih he..he..
dituntut profesional dan loyal menghadapi client. Berusaha selalu senyum, ramah padahal ndagel bget nie ha ha ha.. ya sutralah?? yang penting berusaha berbuat yang terbaik, toh secara langsung ataupun tidak langsung bermanfaat juga ke diri kita. Positif thinking aja dech….. Gw mau cabut dulu mo mandi dan berkarya lagi… Ayo jangan lupa tetep semangat, tetep sehat, tetep jalan-jalan and makan2.. he..he..he..
MUNGKINKAH SEKOLAH Ke JERMAN?
Juni 4, 2008
MUNGKINKAH SEKOLAH ke JERMAN ?
Pertanyaan tersebut kadang kala muncul dalam benak kita. Sebuah angan-angan atau impian di saat kita sedang melihat atau bertemu temen, handai taulan dan sahabat yang sedang atau baru saja selesai belajar di luar negeri. Namun bila kita sedang sadar akan keadaan diri kita, rasa-rasanya pertanyaan tersebut betul-betul hanya sebuah impian kosong. Cita-cita?? Akan tetapi bila kita mau sedikit berusaha dengan mencari informasi situasi sekolah di Jerman, maka pertanyaan tersebut akan mudah untuk menjadi sebuah kenyataan. Hal ini sesuai nasehat dari Bung Karno, gantungkan citacitamu setinggi langit dan kejarlah ilmu hingga ke negeri Cina. Untuk mewujudkan impian tsb, sebenarnya tidaklah begitu sulit. Modalnya hanya sebuah keberanian berpetualangan dan siap mengambil keputusan dalam kondisi yang sulit serta siap mandiri total. Persyaratan tersebut merupakan modal pokok bagi seseorang yang mau belajar di luar negeri. Setelah itu baru dukungan finansial yang diperlukan. Bila modal pertama belum dapat dipenuhi, maka walau didukung finansial yang cukup, hasilnya akan kurang memuaskan. Adapun hingga saat ini, berdasarkan pemantauan penulis negara tujuan utama bagi lulusan pelajar Indonesia yang akan melanjutkan studi ke luar negeri adalah pertama Amerika Serikat, dan kedua Australia. Setelah itu negara lain seperti Inggris, Jerman, Jepang, dll. Sesungguhnya negara lain seperti Jerman merupakan tempat yang menarik untuk dilirik. Hanya sayang sekali belum banyak informasi tentang Jerman yang menggambarkan situasi belajar dan tantangan serta hambatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu penulis pada kesempatan ini akan sedikit menutup kekurangan tersebut dengan artikel singkat ini. Jerman adalah bekas negara yang kalah perang dalam perang dunia kedua seperti halnya Jepang. Sebagai peringatan akan kekalahan dalam perang dunia tersebut, maka kota Berlin yang saat ini menjadi ibukota Republik Federasi Jerman dibagi menjadi dua bagian, sebelah timur dikuasai pihak Russia dengan sekutunya dan sebelah barat di kontrol oleh sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Inggris dan Perancis mendapatkan wilayah kekuasaan juga di wilayah Jerman ?? Berlin Barat. Namun setelah mantan Kanzler Helmut Kohl dan Gobarchov masing-masing selaku kepala pemerintahan Jerman Barat dan Russia mewakili Jerman Timur bergandengan tangan melakukan reunifikasi kota Berlin, maka sekarang kota Berlin menjadi satu. Hal ini juga menjadi tanda bersatunya negara Jerman menjadi satu kembali dengan ditandai runtuhnya tembok Berlin pada tahun 1990.
Walaupun negara telah hancur total akibat kekalahan perang, namun setelah melalui kerja keras dan didukung tehnologi yang telah dikuasai. Maka setelah setengah abad lebih berlalu Jerman menggeliat seperti Jepang berubah menjadi negara modern. Kemajuan dibidang tehnologi permesinan yang dicapai sangat mengharumkan. Hal itu dibuktikan dengan bersinarnya pabrik mobil Mercedes danBMW. Kemajuan Jerman ini menjadikan negara tersebut menjadi motor di bidang ekonomi dan tehnologi bagi negara tetangganya di wilayah eropa. Dan sebagai lambang puncak kemajuan negara-negara Eropa khususnya Jerman, maka bersatulah mereka dan membentuk Uni Eropa. Penyatuan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2002 dengan diberlakukannya mata uang Euro untuk kehidupan sehari-hari. Dengan kemajuan di bidang tehnologi dan ekonomi tersebut, maka Jerman akhir-akhir ini banyak dilirik orang
Indonesia sebagai tempat salah satu pilihan untuk melanjutkan sekolah. Kebanyakan mereka ingin melanjutkan di tingkat perguruan tinggi. Pilihan ini wajar dan logis bagi kita semuanya. Karena negara yang maju dan modern seperti Jerman, Amerika, Jepang, Inggris, Perancis, dll akan diikuti pula dengan kemajuan dibidang pendidikannya, baik pendidikan dasar, menengah maupun tingkat perguruan tinggi. Walau demikian, dibandingkan dengan negara maju dan modern lainnya seperti Amerika, Inggris, Jepang, Australia, maka Jerman masih ketinggalan jauh dalam jumlah mahasiswa asing yang sekolah atau menuntut ilmu di negari BMW ini. Amerika Serikat masih merupakan pilihan utama bagi mahasiswa dari Indonesia yang ingin sekolah ke luar negeri. Penyebab sedikitnya jumlah mahasiswa asing yang sekolah ke Jerman, biasanya disebabkan dua hal utama, yaitu lama waktu studi dan kurangnya informasi dunia pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia khususnya. Faktor
lama waktu studi, mulai tahun 1998-an sudah terpecahkan dengan ditawarkan program-program setingkat Magister
(MBA) atau doktor dalam bahasa inggris. Hal ini berarti mahasiswa asing tidak disulitkan lagi dengan bahasa Jerman yang cukup membuat “sakit kepala” dahulu sebelum belajar ke bidang studi yang kita minati. Informasi-informasi yang berdasarkan cara pandang calon mahasiswa yang akan sekolah ke Jerman itu mempunyai Info sisi kita?
beberapa parameter, yakni : Berisi informasi tentang kualitas pendidikan di Jerman.
Menyebutkan cara penyetaraan antara ijasah dari negara asal dengan negara Jerman.
Berisi memberikan informasi bagaimana prosedur melamar Universitas atau perguruan tinggi lainnya di Jerman. Memberikan informasi perincian biaya untuk hidup yang riil kebutuhan sehari-hari pada taraf cukup (hidup sederhana). Menginformasikan bagaimana cara belajar bahasa dan berapa biayanya yang dibutuhkan serta dimana dapat mengikuti kursus bahasa tersebut. Menunjukkan persyaratan-persyaratan lainnya yang diperlukan untuk tinggal dan sekolah di Jerman, dll. Apabila persyaratan tersebut diatas dapat diberikan secara rinci, maka akan memberikan dampak yang cukup signifikan dengan kenaikan jumlah calon mahasiswa yang berminat melanjutkan studinya ke Jerman.
1 Keistimewaan Jerman
Sebelum orang menentukan ingin sekolah ke Jerman, seharusnya sudah mengetahui apa yang menarik dan istimewa dari pendidikan di Jerman. Tanpa mengetahui ini dan hanya menuruti apa kata orang, maka hanya kekecewaanlah yang diperoleh nantinya. Untuk itu sebelum menentukan carilah informasi sebanyak mungkin, keuntungan dan kerugian, enak tidaknya, bagaimana persyaratannya, dll.
Selain itu suatu hal yang penting lagi dalam hal mencari informasi adalah janganlah kita percaya akan satu sumber informasi saja, misal dari tulisan ini atau dari brosur-brosur yang ada di DAAD maupun yang ada di Kedubes Jerman sendiri. Karena kadang kala yang tertulis didalamnya kurang lengkap betul. Ada kalanya ada sesuatu yang masih tersembunyi dan belum diinformasikan. Sehingga bila banyak sumber informasi, maka akan diperoleh banyak pertimbangan dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Tetapi jangan menjadi sebaliknya, karena banyak informasi maka menyulitkan menentukan suatu keputusan karena bingung. Oleh karena itu untuk membantu menambah penyediaan sumber informasi yang dibutuhkan, dan guna menentukan pengambilan keputusan untuk belajar di Jerman, dapat dipertimbangan beberapa hal tersebut di bawah ini :
1. Biaya pendidikan gratis. Masalah biaya pendidikan sepertinya masih belum banyak orang yang tahu bahwa di Jerman orang sekolah dari Sekolah Dasar (Grundschule) hingga ke tingkat doktoran tidak dipungut biaya seperti membayar uang gedung, SPP, dll. Dengan kata lain, bahwa sekolah di Jerman adalah gratis. Kalaupun Sekolah gratis ! ada pungutan itu berupa suatu iuran sosial (Sozialgebühr) dimana besarnya relatif kecil. Sebagai contoh di Universitas Bremen untuk semester musim panas tahun 2001, penulis hanya membayar sebesar 164,60 DM.
Biaya ini sudah termasuk untuk membeli Semester Ticket. Oleh karena itu bila penulis tidak menginginkan
semester tiket, maka hanya dikenakan biaya sebesar 80 DM saja. Kalaupun ada kenaikan iuran sosial ini, sebetulnya dikarenakan perubahan harga BBM yang berfluktuasi setiap tahunnya, dimana kecenderungan fluktuasinya naik. Sebagai contoh untuk iuran sosial semester musim dingin tahun 2001, penulis dikenakan kenaikan sehingga harus membayar sebesar 175,40 DM. Kalau tidak menggunakan semester tiket, maka tetap membayar 80 DMsaja. Untuk Universitas dan Fachhochschule di lain kota mempunyai tarif tersendiri, walaupun semuanya masih termasuk relatif murah.
2. Kesempatan Promosi. Di Jerman, untuk seseorang yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan setara S3 (Doktor) mempunyai keistemawaan khusus, yakni bila di Indonesia telah lulus S1 (Sarjana strata satu), maka di Jerman ada kemungkinan untuk promosi langsung ke doktoran (tidak mesti melalui Diplom/Magister). Hal ini bisa S1 ke S3 lang terjadi kalau memenuhi persyaratan dengan melalui penyetaraan ijasah kita. Dengan cara ini seseorang bisa sung OK sedikit menyingkat waktu (biasanya temen-temen dari DAAD yang mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institut Bremen, dimana bila masih S1, maka setelah berkenalan dengan penulis kebanyakan “merubah” haluan untuk dapat langsung memperoleh kesempatan promosi S3/Doktoran). Model promosi seperti ini belum banyak diketahui calon mahasiswa dari Indonesia.
3. Asuransi kesehatan. Selama kita belajar dan tinggal di Jerman diwajibkan memiliki asuransi kesehatan. Halini penting kalau kita terpaksa sakit dan masuk ke rumah sakit. Saat pemeriksaan dan tinggal di rumah sakit, kita AsKes tidak memikirkan berapa besar biaya yang harus dibayarkan. Semua akan ditanggung oleh asuransi kesehatan yang kita ikuti. Keuntungan ini akan menguntungkan sekali kalau kita mengikuti gesetzliche Versicherung.
4. Hiwi dan Miwi. Hiwi merupakan sebuah kesempatan menjadi pembantu penelitian dari seorang Professor atau Doktor. Kesempatan ini banyak ditawarkan oleh Professor yang kebanyakan kerja di bidang ilmu pengetahuan alam. Pekerjaan utama Hiwi adalah bekerja dengan waktu sekitar 2-4 jam per minggu. Setelah mengikuti Kerja sambilan Hiwi maka besar sekali kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan Miwi. Pekerjaan utama Miwi adalah OK
melakukan penelitian untuk bahan disertasinya. Jadi Miwi ini dibutuhkan oleh Professor bagi seseorang yang mau melakukan promosi (Doktor). Honor bulanan yang diperoleh keduanya cukup besar, setara sebagai pengganti beasiswa.
5. Kunjungan ke luar Jerman. Bila seseorang telah dapat masuk dan sekolah di Jerman, maka sebuah kemudahan fasilitas adalah dengan visa Jerman, dapat digunakan untuk mengujungi negara lain yang tergabung dalam Uni-Eropa. Bahkan hingga saat tulisan ini dipersiapkan, visa Jerman dapat digunakan untuk mengunjungi teman di Swiss, atau ke Denmark tanpa mengurus visanya. Kadang kala ada orang beranggapan bahwa bepergian ke luar Jerman merupakan sebuah “pemborosan”. Tetapi di pihak lain juga ada yang beranggapan hal ini merupakan sebuah investasi tersendiri (dibidang inovasi ide, dll). Karena dengan mengunjungi suatu tempat yang baru kita akan mendapatkan sesuatu yang menarik. Sebagai contoh orang yang tinggal di Bremen, kemudian Enak untuk mengujungi Amsterdam (Belanda), maka akan diketahui bahwa sama-sama kota pantai tetapi Amsterdam lebih Wisata jorok kotanya dari pada Bremen, belum lagi arsitektur bangunan yang ada atau melihat kebiasaan pemakaian obat-obat terlarang, dll. Dari sini juga dapat dilihat suatu kemiripian bahwa pada sisi tata letak kota, biasanya kota di eropa daerah pusat perbelanjaan terletak dekat dengan Stasiun. Bremen dan Amsterdam mempunyai kemiripan ini. Dari hal seperti ini wawasan kita akan terbuka lebar nantinya. Apalagi kalau saat jalan-jalan tersebut dikaitkan dengan bidang kajian kita, maka akan banyak manfaatnya.
6. Flohmarkt. Dalam bahasa Indonesia Flohmarkt mempunyai padanan kata dengan Pasar Loak. Di Jerman Barang murah keberadaan Flohmarkt ini pada awal mulanya tidak begitu dipandang oleh orang Jerman sendiri, karena kalau ? membeli barang di loak biasanya berkualitas rendah. Namun saat ini Flohmarkt sudah mempunyai arti sendiri bagi orang Jerman. Kalau mau mencari barang antik, sekedar melepaskan hobi untuk berbelanja, dll, maka Flohmarkt adalah pilihannya. Dan bagi orang asing di Jerman Flohmarkt merupakan lahan untuk mencari tambahan penghasilan. Karena kita bisa berjualan disana dengan tarif sewa luas permukaan per m_ hanya sebesar
7 DM (di Bremen). Kalau mencari buku-buku bekas dari segala jenis buku, disana banyak diperdagangkan.
Barang yang ditawarkan banyak sekali dan beragam, mulai dari orang menjual jarum jahit hingga berjualan
mobil bekas ada semuanya. Barang yang dilarang dijual di Flohmarkt adalah sayuran, buah-buahan atau barang kebutuhan untuk makan sehari-hari. Kadang kala kualitas barang di Flohmarkt masih bagus, asal pandai-pandai memilih barang. Hanya kalau membeli barang elektronik tidak disarankan di sini.
7. SSV dan WSV. Merupakan kependekan dari Sommerschlussverkauf dan Winterschlussverkauf, yaitu musim obral di akhir musim panas dan dingin. Seperti saat tulisan ini dilakukan, sedang terjadi SSV dari tanggal 31 Juli hingga 11 Agustus. Biasanya SSV dan WSV berlangsung selama sekitar 2 pekan. Pada SSV dan WSV ini semua toko memberikan diskon atau potongan harga yang besar sekali dari 10-70 %. Diskount diberikan tergantung jenis barangnya. Biasanya untuk barang elektronik kecil sekali diskonnya. Karena diskon inilah, maka harga barang menjadi amat sangat murah sekali. Bahkan penulis pernah mendiskusikan suatu jenis barang dengan harganya, kalau dipikir harga jual tidak sepadan dengan biaya produksinya. Namun hal itu terjadi setiap WSV dan SSV. Hal ini memungkinkan karena sistem Inventurverkauf yang berjalan di Jerman mendukung sekali. Apabila sisa barang tetap disimpan di gudang, maka akan kena pajak yang tinggi. Sehingga untuk menghindari pajak yang besar tersebut, lebih baik diobral semurah mungkin. Barang-barang yang biasanya mendapatkan diskon besar adalah parfum, pakaian, jeans, jaket, t-shirt, dll.
8. Semester Ticket. Fasilitas ini walaupun tidak terdapat diseluruh Universitas dan Fachhochschule di Jerman, namun hampir di kota-kota besar setiap perguruan tinggi memberikan fasilitas ini. Bagi Universitas dan Fachhochschule yang tidak memberikan fasilitas semester ticket ini, biasanya berkaitan dengan jaringan transportasi umum dalam kota yang belum mendukung. Misalnya saja tidak banyak transportasi umum dalam kota. Kadang Angkot murah kala komunitas mahasiswanya yang tidak menghendaki fasilitas tersebut, karena kegunaannya kurang optimal. Manfaat semester ticket ini besar sekali, karena dapat meringankan biaya transportasi dalam kota atau kadang kala hingga keluar kota dengan batas tertentu. Dengan semester ticket, mahasiswa dapat menggunakan semua bus umum, Strassenbahn (kereta listrik), S-bahn atau U-bahn (kereta bawah tanah) dengan gratis dengan waktu tak terbatas. Namun bila seseorang tidak mempunyai fasilitas ini, maka bila bepergian dengan fasilitas transportasi umum dalam kota akan dikenakan sesuai tarif umum, sebagai gambaran sekali bepergian dalam wilayah
Bremen saja (Stufe I) harga tiketnya 3,60 DM. Dari pengalaman penulis, fasilitas semester ticket ini jarang
sekali dijumpai di negara lain, misalnya di Jepang, Australia, Belanda, Inggris, dll.
9. Transportasi umum. Di Jerman bila seseorang mempunyai hobby jalan-jalan adalah merupakan negara yang layak nomor satu dipilih. Hal ini dikarenakan untuk mencapai kota-kota lain di seluruh Jerman bukan menjadi masalah besar, kapan saja dan dimana saja. Jenis transportasi umumnya adalah kereta listrik (diesel untuk desadesa kecil). Bepergian dengan transportasi ini relatif murah, apalagi pada waktu akhir pekan (Wochenende). Deutsche Bahn (DB) selaku penanggung jawab utama perkeretaan di Jerman menawarkan fasilitas Wochenend Ticket (tiket akhir pekan) kepada warga Jerman. Sepertinya ini malah dijadikan perangsang agar warga Jerman suka jalan-jalan. Harga ticketnya sebesar 35 DM (tahun 1997), kemudian pada tahun 2001 mulai naik menjadi 40 DM. Tiket tersebut dapat digunakan untuk bepergian ke segala arah ke seluruh kota di Jerman untuk maksimal lima (5) orang dewasa. Wochenend Ticket masih dapat digunakan untuk hari Sabtu dan minggu pada tahun 1997. Namun sejak tahun 2000 Wochenend Ticket hanya dapat digunakan pada satu hari saja, yakni hari Sabtu saja atau Minggu saja. Ticket ini berlaku mulai jam 04.00 hingga jam 24.00-02.00. Karena ticket ini murah, maka tidak semua jenis kereta dapat menggunakan dengan ticket ini. Wochenend Ticket berlaku hanya untuk jenis kereta RegionalExpress (RE), RegionalBahn (RB), S-Bahn dan StadtExpress (SE). Semua kereta tersebut termasuk golongan kelas ekonomi, walaupun demikian bila dibandingkan dengan kereta api di Indonesia setara dengan kelas Senja Utama atau Sembrani untuk fasilitas dan kecepatannya. Oleh karena itu hampir setiap akhir pekan, penulis sering menggunakan fasilitas ini untuk jalan-jalan mengunjungi kota-kota lain, baik berkelompok atau terpaksa sendiri. Wochenend Ticket ini menarik buat bepergian dengan keluarga.
10. BahnCard. BahnCard (BC) adalah suatu fasilitas dari Deutsche Bahn dengan memberikan potongan hargaticket sebesar 50 % dari harga normal selama waktu 12 bulan. Untuk mendapatkan harga potongan tersebut,
Tampak depan kereta kelas satu ICE (Inter City Express, http://www.bahn.de/) seseorang harus membuat BahnCard dengan menyerahkan foto berwarna 3×4 cm, Passport (orang asing) atau Personalausweis semacam KTP (orang Jerman) dan membayar 270 DM untuk bujangan atau 70 DM buat famili
(keluarga + 2 anak, bila keluarga dengan 3 anak maka tidak perlu membayar apa-apa, alias BahnCardnya gratis diperoleh). Dengan BahnCard ini seseorang dapat berpergian kemana saja dengan berbagai jenis kereta dan mendapat potongan harga hingga 50 %. Setiap tahun kadang kala harga ticket ini mengalami perubahan. Selain itu BahnCrad ini tidak berlaku untuk membeliWochenend Ticket agar mendapatkan potongan 50 % lagi. Untuk lebih detailnya saat ini terdapat berbagai macam BahnCard yang ditawarkan kepada penduduk Jerman seperti, Daftar jenis dan harga BahnCard yang berlaku mulai tahun 2001 (sumber http://www.bahn.de/) dan mulai 1 Januari 2002 harga dalam Euro (1 Euro = 1.95583 DM)
Alamak…..
Juni 4, 2008
Akhir-akhir ini banyak sekali berita yang tidak baik untuk kita lihat dan dengarkan, mulai dari masalah BBM, Tawur, Tragedi Monas, Korupsi belu lagi masalah kemiskinan yang tidak ada hentinya untuk diberitakan di media… Seolah-olah negeri ini sangat kacau dan tidak layak untuk di tinggali, rasanya gak tenang hidup dilingkungan yang selalu bermasalah. Tapi apa bolehbuat ini lah negeraku, negara yang kata banyak orang negara yang sangat kaya akan potensinya…. tapi kenyataanya negara yang sangat kaya akan masalah he..he..he.. Saya rasa untuk menyelesaikan berbagai masalah ini perlu orang2 yang cerdas,bijak dan jujur yang tidak mementingkan dirinya sendiri yang kata orang jerman ora sepenak udele dewe
. Saya harap temen2 yang muda2 yang berjiwa muda tentunya dan yang memiliki semangat jiwa pendobrak marialh kita berbuat sesuatu untuk negeri yang tercinta ini. karna apa? orang2 tua sudah tidak ada harapan untuk melakukan yang lebih… Untuk itu saya tekankan sekali lagi marilah kita berjuang membangun peradaban yang baik sesuai yang kita harapkan bersama… Salam semangat……. by.Yogie-mep